Text
Aku disleksia
Panas di sekujur tubuhku. Aku tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh guruku. Tepatnya aku tidak bisa mengikuti sisa pelajaran. Apa yang diucapkan oleh guruku bagaikan suara ombak. Ada suaranya, tapi tak ada maknanya, Menurutku.. Disleksia merupakan gangguan belajar spesifik terbanyak di dunia. Secara etimologi, gangguan disleksia ini disandang oleh sepuluh persen dari populasi. Dengan rata-rata jumlah penduduk 250-juta jiwa di indonesia, berarti ada terdapat 25-juta jiwa penyandang disleksia. Sayangnya disleksia saat ini hanya dikenal sebagai gangguan yang memengaruhi membaca, menulis, dan berhitung saja. Padahal gejala disleksia bisa sangat luas, dan karena sangat luas, karakteristik penyandangnya bisa bermacam-macam, sehingga susah diketahui. Buku Aku Disleksia karya Diba Tesi Zalziyati ini adalah sebuah memoar kisah nyata dari seorang penyandang disleksia dewasa bernama Diba Tesi Zalziyati yang mimpinya digantung bertahun-tahun lalu karena suatu kesalahpahaman. Seorang individu yang hidup di masa ilmu perkembangan dan pendidikan tidak berjaya seperti sekarang. Saat di mana anak tidak berprestasi dikatakan malas dan bodoh. Pendidikan yang tidak menghargai anak dari sisi kelebihan.
| 1547-001 | 155.25 DIB a | Perpustakaan Metamorfosis (155.25) | Tersedia |
| 1547-002 | 155.25 DIB a | Perpustakaan Metamorfosis (155.25) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain